KESIAPAN MENGAHADAPI TANTANGAN (Adversity Quotient)

0

KESIAPAN MENGAHADAPI TANTANGAN(Adversity Quotient)

A.PENGERTIAN

Dalam kamus bahasa inggris, adversity berasal dari kata adverse yang artinya kondisi tidak menyenangkan, kemalangan. Jadi dapat diartikan bahwa adversity adalah kesulitan, masalah atau ketidak beruntungan. Sedangkan quotient menurut kamus bahasa inggris adalah derajat atau jumlah dari kualitas spesifik/ karakteristik atau dengan kata lain yaitu mengukur kemampuan seseorang.

B.TIPE-TIPE ADVERSITY QUOTIENT

Hakikat nya hakikatnya manusia dilahirkan untuk tetap berjuang dan mempertahankan       hidupnya.
Dorongan-dorongan tersebutlah yang menyebabkan seseorang agar terus mendaki meraih tujuan hidupnya. Tujuan untuk mendapatkan kesuksesan dalam hidup, meraih prestasi, dan mengagapai cita-cita mmasing-masing individu. Namun, selama pendakian menuju kesuksesan tersebut tidak semua orang mampu menghadapi rintangan-rintangan yang ada. Dalam menghadapi kesulitan-kesulitan Stoltz mengelompokkan orang ke dalam tiga kelompok, yaitu quitters, campers, dan climbers.

MARI KITA BAHAS TIPE=TIPE TERSEBUT !!!!

  • QUITTER

Orang-orang dengan tipe quitters atau yang sering disebut sebagai orang-orang yang berhenti adalah mereka yang sering menghindari suatu permasalahan, bahkan menolak berbagai kesempatan yang diberikan kepada mereka. Mereka lebih cenderung merasa puas dengan apa yang sudah dimilikinya, tanpa mau berusaha untuk mendapatkan hal-hal yang lebih baik. Tipe iuitters banyak menghindari kewajiban-kewajiban yang diberikan kepada mereka dan berhenti untuk mewujudkan impiannya, serta lebih senang memilih jalan yang menurut mereka lebih mudah dan datar. Mereka sebenarnya adalah orang-orang yang sangat rugi, karena mereka banyak menghindari tawaran dan kesempatan untuk sukses dan potensi-potensi yang bisa dikembangkan oleh mereka. Serta mereka hanya memikirkan cara untuk memenuhi kebutuhan dasar saja.

  • CAMPERS

Tipe yang kedua ini merupakan tipe orang-orang yang merasa cukup puas dengan apa yang telah dilakukan dan diraihnya, tanpa mau meneruskan perjuangan mereka dan meraih hal-hal yang lebih memuaskan. Tipe campers atau orang-orang yang berkemah ini, cenderung lebih mudah merasa bosan dan juga merasa lebih nyaman berada di suatu tempat setelah bebrapa hari melakukan pendakiannya.

Orang-orang campers tidak mau mengambil resiko yang lebih besar. Namun, setidaknya mereka berbeda dengan tipe quitters, tipe campers ini sudah mau menanggapi masalah yang ada dan berusaha menyelesaikannya. Mereka menganggap bahwa hal tersebut merupakan sebuah kesuksesan, tetapi sebenarnya hal itu merupakan sebuah kesalahan, mereka terlalu cukup senang dan puas dengan kesuksesannya tersebut. Mereka senang berada di posisi tengah, padahal jika mereka mengembangkan lebih jauh kesuksesannya tersebut, maka mereka mampu mendapatkan hal yang lebih baik dan mendapatkan tingkat yang lebih tinggi. Kenyamanan dan keamanan yang mereka dapatkan dari kesuksesan tersebut, membuat mereka lupa akan impian-impian yang lainnya.

  • CLIMBERS

Climbers (pendaki) mereka yang selalu optimis, melihat peluang-peluang, melihat celah, melihat senoktah harapan di balik keputusasaan,selalu bergairah untuk maju. Nokta kecil yang dianggap sepele, bagi para Climbers mampu dijadikannya sebagai cahaya pencerah kesuksesan (Ginanjar Ary Agustian, 2001).

Tipe climbers ini merupakan tipe orang yang memiliki dedikasi tinggi terhadap perjuangan dan memberikan dedikasinya tersebut tanpa melihat latar belakang, untung rugi, atau pun nasib baik dan nasib buruk. Mereka merupakan pemikir yang baik, memikirkan segala rintangan untuk dijadikan menjadi sebuah peluang dan tidak menghiraukan berbagai rintangan yang mucul. Mereka tetap berjuang dan gigih dalam menghadapi dan menyelesaikan rintangan tersebut. Orang-orang ini memiliki tujuan hidup yang jelas, mereka akan tetap terus berusaha dengan keberanian dan kedisiplinannya dalam memperjuangkan tujuan tersebut. Mereka akan tetap berusaha dan terus berusaha, sampai mereka yakin kalau mereka sudah benar-benar berada di puncak gunung atau meraih tujuannya.

Orang-orang climbers biasanya menjadi orang-orang yang lebih kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan. Dengan kekreatifannya tersebutlah, justru orang-orang seperti ini lebih senang untuk mendapatkan rintangan baru dan menemukan makna kehidupan dibalik rintangan tersebut. Sebenarnya, mereka lah orang-orang yang benar-benar bisa menikmati hidup dan mereka lah yang bisa merasakan gairah keberhasilan setelah menaklukan suatu permasalahan atau rintangan. Mereka akan benar-benar puas dan tahu perasaan gembira dan mengenali bahwa itu lah anugerah yang diberikan kepada Mereka.

CONTOH DALAM KEHIDUPAN NYATA

ketika sekelompok orang hendak medaki gunung tapi saat dalam perjalan mereka menghadapi berbagai macam tantangan maka berbagai tipe diatas akan merespon dengan berbeda-beda pula:

  • QUITTER

Orang-orang dengan tipe quitters atau yang sering disebut sebagai orang-orang yang berhenti adalah mereka yang sering menghindari suatu permasalahan, bahkan menolak berbagai kesempatan yang diberikan kepada mereka.Maka pada saat mendapat  tantangan tersebut lebih memilih kembali kerumahnya daripada dapat masalah.

  • CAMPERS

Tipe yang kedua ini merupakan tipe orang-orang yang merasa cukup puas dengan apa yang telah dilakukan dan diraihnya, tanpa mau meneruskan perjuangan mereka dan meraih hal-hal yang lebih memuaskan. Maka pada tipe ini,ketika dia sedang dalam perjalanan dan kemudian dia menemukan pemandangan yang indah maka dia lebih memilih untuk berhenti sampai disitu saja

  • CLIMBERS

Climbers (pendaki) mereka yang selalu optimis, melihat peluang-peluang, melihat celah, melihat senoktah harapan di balik keputusasaan,selalu bergairah untuk maju.Maka pada tipe terakhir ini dia akan mencari jalan keluarnya dan akan terus berjalan hingga mencapia tujuan utamanya.

REFERENSI

http://nafismudrika.wordpress.com/2010/04/22/adversity-quotient-by-paul-g-stoltz/